Sabtu, 26 Januari 2019

Etika dalam sosial media


Dari banyaknya jenis media massa yang ada, media sosial menjadi sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Media sosial lebih mudah diakses dan jangkauannya luas, hanya bermodalkan gadget dan jaringan internet. Namun tentunya tetap ada batasan dan aturan dalam menggunakan media sosial, terdapat etika didalamnya yang harus diikuti. Sayangnya, aturan-aturan tersebut seringkali diabaikan oleh para pengguna media sosial, bahkan disalah gunakan hingga merugikan orang lain. Banyak kasus pelanggaran etika dalam media sosial, salah satu yang paling sering terjadi adalah cyber bullyingCyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet. Cyber bullying biasa terjadi disaat seseorang diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media sosial. Bentuk dan metode tindakan intimidasi dunia maya beragam. Hal ini dapat berupa pesan ancaman melalui surel, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah. Motivasi pelakunya juga beragam. Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekadar hiburan pengisi waktu luang. Cyber bullying sangat berbahaya bagi anak-anak muda karena mengakibatkan kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri. Sayangnya, pelaku cyberbullying belum tentu sadar bahwa perilakunya tidaklah terpuji. 
                            
Karena luasnya lingkup media sosial, tidak menutup kemungkinan juga terjadi penyalahgunaan informasi. Informasi bisa dijadikan sebagai “barang jualan” demi meraup keuntungan, seperti pencurian identitas dan penipuan. Para pengguna mungkin membagi terlalu banyak informasi pada situs-situs dengan keamanan yang kurang terjamin, dan juga mudah untuk terinfeksi virus dan malware. Dengan data pribadi yang tepat penjahat cyber bisa dengan mudah mengambil alih identitas korban untuk melakukan berbagai kejahatan seperti aplikasi peminjaman dan kartu kredit palsu, penipuan untuk pengambilan uang atau mendapatkan barang dan berbagai keistimewaan yang mungkin tidak didapatkan penjahat cyber bila mereka menggunakan identitas mereka sendiri. 
Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan agar tetap aman dalam bermain social media.
1.     Jangan mengunjungi situs tau website yang tidak terjamin keamanannya. Perhatikan dengan seksama pesan apapun dari sebuah situs web atau yang dikirim dari sebuah situs web, dan selalu cek URL
2.     Buat kata sandi yang kuat dan rahasiakan. Cobalah untuk tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk setiap layanan online yang Anda gunakan dan ubahlah kata sandi secara teratur, idealnya setiap 90 hari sekali.
3.     Tidak membagi informasi pribadi jika tidak perlu. Seringkali seseorang membagi informasi mereka, seperti lokasi, tempat tanggal, dan lainnya ke media sosial. Hal ini bisa disalah manfaatkan oleh para oknum yang tentunya bisa merugikan orang itu sendiri.
Dan itulah sekilas tentang etika dalam bermain social media. Kita sebagai masyarakat informatif harus cerdas dalam menggunakan media sosial, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fungsi Logika IF, OR, AND

Fungsi Logika IF, OR, AND 1.  Jika status Married dan Gajinya 100.000, maka dapat bonus 5.000, yang lainnya 0. Untuk menca...